Cahaya dan Alat Optik : Indra Penglihatan pada Serangga
Proses Penglihatan Pada Mata Serangga
Masing-masing mata serangga tersebut
disebut omatidium (jamak:omatidia). Masing-masing omatidium berfungsi
sebagai reseptor penglihatan yang terpisah. Setiap omatidium terdiri
atas beberapa bagian, di antaranya berikut ini. (1) Lensa, permukaan
depan lensa merupakan satu faset mata majemuk. (2) Kerucut kristalin,
yang tembus cahaya. (3) Sel-sel penglihatan, yang peka terhadap adanya
cahaya. (4) Sel-sel yang mengandung pigmen,yang memisahkan omatidia dari
omatidia di sekelilingnya.
Selain mata majemuk, serangga juga memiliki mata yang tunggal yang disebut oselus. Oselus tidak dapat mengindra bayangan sejati. Fungsi oselus
adalah menanggapi perubahan intensitas cahaya,dengan cara merangsang
serangga untuk meningkatkan atau mengurangi aktivitasnya. Rangsang
cahaya yang jatuh di oselus membuat serangga yang sedang berjalan atau
terbang menjadi lebih cepat berjalannya atau terbangnnya. Mata serangga dapat membedakan warna dan bentuk benda.
Indra pendengaran pada beberapa jenis serangga, misalnya jangkrik dan belalang,
terdapat di kedua kaki depannya, sedangkan pada jenis ngegat, indra
pendengarannya terletak di bagian antarruas dada. Indra pendengaran
tersebut berupa selaput mirip gendang.
Kemampuan mendengar pada serangga sangat bervariasi. Misalnya, kupu-kupu , mampu mendengar suara yang frekuensinya lebih rendah daripada frekuensi suara yang dapat didengar manusia. Lebah dapat mendengar suara dengan frekuensi 250 getaran tiap detik, belalang bahkan dapat mendengar bunyi yang frekuensinya antara 2000-1000.000 getaran tiap detik.
Kemampuan mendengar pada serangga sangat bervariasi. Misalnya, kupu-kupu , mampu mendengar suara yang frekuensinya lebih rendah daripada frekuensi suara yang dapat didengar manusia. Lebah dapat mendengar suara dengan frekuensi 250 getaran tiap detik, belalang bahkan dapat mendengar bunyi yang frekuensinya antara 2000-1000.000 getaran tiap detik.
Semua serangga dilengkapi dengan sepasang antena sebagai indra peraba.
pada beberapa serangga, antena juga berfungsi sebagai indra pembau.
Bahkan antena pada beberapa jenis lalat dan beberapa jenis kupu-kupu,
dapat menerima gelombang bunyi. Antena membantu serangga menemukan
makanan, membedakan kawan atau lawan, dan mencari pasangan atau kawin.
berikut gambar ommatidium
Setiap omatidium akan menyumbangkan
informasi penglihatan dari satu daerah objek yang dilihat serangga, dari
arah yang berbeda-beda. Bagian omatidia yang lain akan memberikan
sumbangan informasi penglihatan pada daerah lainnya. Gabungan dari
gambar-gambar yang dihasilkan dari setiap omatidium merupakan bayangan
mosaik, yang
menyusun seluruh pandangan serangga.
Sebagai contoh, mata lalat rumah terdiri atas 6000 bentuk mata yang
ditata dalam segi enam (omatidium). Setiap omatidium dihadapkan ke arah
yang berbeda-beda, seperti ke depan, belakang, bawah, atas, dan ke
setiap sisi, sehingga lalat dapat melihat ke mana-mana. Dengan demikian,
lalat dapat mengindera dalam daerah penglihatan dari semua arah. Pada
setiap omatidium, terdapat delapan neuron sel saraf reseptor (penerima
cahaya), sehingga secara keseluruhan terdapat sekitar 48.000 sel
pengindera di dalam matanya. Dengan kelebihannya tersebut, mata lalat
dapat memproses hingga seratus gambar per detik.
Sumber :
1. https://lynnuhascience.wordpress.com/kelas-viii/alat-optik/alat-optik/mata/mata-serangga/proses-penglihatan-pada-mata-serangga/
2. http://www.ilmusaudara.com/2016/04/indra-pada-makhluk-serangga.html




Komentar
Posting Komentar